Tips Menghadapi Anak Demam

Sebagai orang tua seharusnya tidak perlu kuatir apalagi sampai panik saat mengetahui si buah hati lagi demam. Karena demam adalah hal biasa dan ini cuma reaksi atau respon tubuh melawan infeksi yang masuk kedalam tubuh. Memang anak yang terkena demam akan gelisah, rewel, tidak mau makan, bahkan bisa sampai mengigau dan ini sangat mengganggu pikiran orang tua tetapi asal penanganan terhadap demam sudah tepat tidak perlu kuatir. Dibawah ini akan dibahas bagaimana langkah yang tepat untuk menghadapi demam pada anak.

Tips Menghadapi Anak Demam

Yang pertama harus dipahami dulu adalah yang dimaksud dengan demam itu apa, apakah dengan hanya memegang dahi atau meraba lengan anak, kita dapat memutuskan demam? untuk demam yang tinggi sekali ini memang bisa dibenarkan, tetapi untuk demam yang tidak terlalu tinggi diperlukan alat pengukur demam yaitu termometer suhu. Berapa suhu batasnya? Bila mengukur suhu pada ketiak maka batasnya adalah 37,5 derajat Celsius, sedangkan bila mengukur pada suhu rektal (dubur) adalah 38 derajat Celsius. Jadi bila suhu tubuhnya meningkat lebih dari itu bisa dikatakan demam.

Seringkali bahkan sudah umum apabila anak lagi sakit demam maka orang tua langsung memutuskan sendiri untuk mengobati dulu sendiri. Biasanya mereka akan langsung memberi obat penurun panas yang banyak tersedia bebas dipasaran. Hal ini sama sekali tidak salah, tetapi yang perlu menjadi catatan adalah diperlukan pengetahuan atau wawasan yang cukup untuk memberi obat penurun panas yang tepat untuk anak. Terutama mengenai apa kandungan atau isi dari obat demam itu dan apa kontra indikasinya atau tidak boleh diberikan dalam keadaan apa. Hal ini amat jarang diketahui oleh para orang tua.

Karena itu jangan sekedar memberi anak obat saja tetapi sebaiknya ketahuilah tentang seluk beluk obat itu dengan cara membaca kertas yang berisi petunjuk serta saran pemberian obat yang biasanya terdapat didalam kotak obat atau bisa menanyakan langsung ke dokter langganan Anda.

Apa saja yang perlu diketahui? Yang pertama adalah indikasinya, kemudian dosisnya, selanjutnya cara memberikannya dan yang terakhir adalah efek samping obat.

Yang sering salah adalah masalah dosis obat. Contohnya ada 2 orang anak dengan usia yang sama 5 tahun, tetapi yang satu berat badannya 20 kg dan yang satunya 15 kg, tentunya dosisnya berbeda meskipun umurnya sama.

Kemudian juga harus tahu tentang efek samping obat penurun demam. Obat yang tersedia dipasaran untuk menurunkan demam adalah golongan paracetamol (panadol, sanmol, pamol, dll), golongan metamizole/ antalgin (novalgin, dll), serta golongan ibuprofen (proris, dll).

Perlu diketahui efek samping dari paracetamol yaitu bisa mengganggu liver/ hati, sedangkan ibuprofen bisa mengganggu pencernaan dengan menyebabkan iritasi lambung. Jadi apabila sebelumnya anak Anda pernah terkena gangguan liver carilah selain paracetamol, sedangkan bila anak Anda mempunyai riwayat susah makan maka sebaiknya tidak memberi obat penurun panas golongan ibuprofen.

Selain memberi obat penurun demam tadi ada beberapa tips tambahan yang bisa dilakukan oleh oleh orang tua. Yang pertama adalah dengan melakukan kompres dengan air biasa bisa pada dahi, ketiak, atau leher. Untuk kompres ini sebaiknya tidak menggunakan air es atau alkohol karena akan menyebabkan pori-pori kulit serta pembuluh darah menyempit dan ini akan menyebabkan pengeluaran panas terhambat. Jadi sebaiknya cukup usap tubuh anak dengan handuk yang basah secara berulang-ulang.

Kemudian jangan lupa untuk memberi anak minum sebanyak-banyaknya karena cairan yang cukup banyak akan sangat membantu sekali untuk proses penurunan demam dan pastinya akan mencegah anak dari kekurangan cairan akibat demam yang tinggi. Justru anak yang tidak mau minum harus lebih diperhatikan karena anak ini beresiko terkena dehidrasi yang berbahaya bila tidak ditangani segera.

Usahakan anak dalam kondisi yang nyaman, ada satu kebiasaan yang tidak baik bila anak demam yaitu seringkali anak yang demam diselimuti atau ditutupi secara rapat-rapat, memang anak yang demam akan merasa selalu kedinginan/ menggigil tetapi jangan menutupi anak terlalu rapat karena ini akan menghalangi atau menghambat penguapan yang sangat berguna untuk membuang panas, bahkan efek jeleknya panas tidak malah turun tetapi tambah naik. Jadi cukup gunakan pakaian hangat seperti baju yang berlengan panjang dan celana panjang.

Kapan harus mencari pertolongan dokter atau dibawa ke rumah sakit?

Yang perlu diperhatikan adalah bila demam ini juga disertai gejala sulit bernapas atau sesak nafas (nafas cepat), bisa jadi itu ada infeksi pada paru-parunya. Atau bila demam disertai bercak-bercak merah keunguan dan kencing berkurang serta bicaranya menjadi sulit karena ada kemungkinan sedang terkena demam berdarah. Kemudian demam yang tinggi sekali yaitu diatas 39 derajat celcius dan mengenai anak yang masih kecil harus hati-hati karena ini bisa berbahaya bisa menimbulkan kejang dan dapat mengganggu otak. Dan yang terakhir adalah bila setelah diberi obat penurun demam yang tepat tetapi demam tidak turun-turun dalam 2-3 hari.

Comments

comments