Sleep Paralysis

Sleep Paralysis atau tindihan adalah gangguan tidur yang sering dialami oleh banyak orang. Biasanya orang yang mengalami tindihan sedang enak-enaknya tidur tiba-tiba terbangun atau rasa mau bangun dan ternyata tidak bisa bergerak atau sulit bergerak selain itu juga tidak bisa mengeluarkan suara atau berteriak. Keadaan ini biasanya disertai rasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuh. Karena sulit bangun, biasanya harus dibangunkan orang lain baru bisa bangun. Atau bila bisa bangun sendiri akan terengah-engah dan merasa lemas sekali.

Di beberapa daerah di Jawa, keadaan ini disebut sebagai Tindihan dan banyak yang menduga kalau hal ini disebabkan karena diganggu atau gangguan dari mahluk halus. Dari sisi medis gangguan ini disebut sebagai Sleep Paralysis atau tidur lumpuh karena tubuh serasa lumpuh dan tidak bisa bergerak sama sekali.

sleep paralysis

Terus apakah tindihan ini hanya sebagai kejadian biasa atau ada hal-hal lain yang perlu diwaspadai?

Bila sering mengalami keadaan ini harus waspada karena bisa saja sedang mengalami penyakit seperti kelainan di jantung yang menyebabkan aliran oksigen ke otak berkurang. Terutama bila terkena gejala seperti ini secara mendadak dan belum pernah mengalaminya sebelumnya. Kelainan lain yang sering menyebabkan tindihan adalah epilepsi. Disini tindihan biasanya terjadi sejak kecil dan dialami berulang-ulang.

Tindihan bisa terjadi pada wanita maupun pria, biasanya waktu pertama kali terjadi atau mengalami tindihan ini saat umur sekitar 14-17 tahun dan dengan semakin bertambahnya usia maka intensitas timbulnya bisa semakin sering.

Serangan ini biasanya terjadi sekitar beberapa detik atau bisa juga sampai beberapa menit. Dan biasanya waktu terjadi keadaan ini seseorang bisa mengalami halusinasi karena pada waktu ini berada dalam keadaan yang tidak jelas, yaitu setengah tidur atau tidur tapi mengigau. Halusinasi yang sering terjadi adalah melihat sosok mahluk halus, bisa berupa bayangan atau cahaya dan lain sebagainya. Karena itu keadaan ini sering dikaitkan dengan gangguan mahluk halus atau dihubungkan dengan hal-hal yang berbau mistik. Padahal keadaan ini adalah salah satu bentuk dari gangguan tidur/malfungsi tidur.

Tidur yang normal dibagi menjadi 4 tahap berdasarkan gelombang otak. Tahap ke-1 yaitu tahap yang paling ringan dimana kesadaran masih ada meskipun tersisa setengahnya. Tahap ke-2 yaitu tahap tidur yang lebih dalam dari tahap yang pertama. Tahap ke-3 adalah tidur yang paling dalam biasanya sudah sulit dibangunkan. Dan tahap terakhir adalah tahap REM (Rapid Eye Movement) dimana pada tahap ini biasanya terjadi mimpi.

Pada sleep paralysis atau tindihan gangguan tidur terjadi pada tahap REM ini. Intinya begini seharusnya tidur mengikuti tahapan normal diatas berdasarkan gelombang otak, disini gelombang otak tidak bekerja sesuai tahapan tersebut. Jadi dari tahap 1 (tidur ringan) langsung masuk ke tahap REM dan ketika terbangun mendadak, tubuh belum siap karena waktu tidur tadi tahapannya terlewati jadi tubuh perlu waktu untuk bangun, sedangkan otak terbangun mendadak, itulah yang terjadi saat tindihan atau sleep paralysis timbul, sudah sadar dari tidur tapi badan tidak bisa bergerak ditambah dengan adanya halusinasi yang makin memperburuk keadaan.

Biasanya yang menyebabkan tindihan ini adalah keadaan umum tubuh sendiri. Tubuh yang terlalu lelah atau stress berlebihan yang dialami dan sampai terbawa mimpi ini akan mengakibatkan kacaunya gelombang otak sehingga otak tidak mengikuti tahapan tidur yang normal seharusnya. Bila ini yang menyebabkannya solusinya cukup mudah yaitu dengan memperbanyak istirahat yaitu tidur dengan jumlah jam yang cukup antara 8-10 jam setiap malam.

Apabila istirahat sudah cukup dan jarang stress, tetapi mengalami tindihan tentunya harus dipikirkan adanya kelainan medis seperti diatas! Sebaiknya dilakukan pemeriksaan Rekam Otak untuk melihat jenis kelainannya dan juga untuk menentukan jenis pengobatan lanjutan apa yang harus dilakukan, cukup dengan obat atau memerlukan terapi tambahan yang lain.

Comments

comments