Mengenal Kelainan Letak Jantung

Tahukah Anda posisi atau letak jantung yang normal? Jantung kita normalnya terletak dirongga dada bagian kiri. Pada topik kali ini akan dibahas tentang kelainan letak jantung. Kelainan ini adalah jantung terletak di sebelah kanan dari rongga dada atau disebut dextrocardia. Kelainan letak ini bisa terjadi biasanya disebabkan oleh karena bawaan lahir/ kelainan congenital. Penyebab lainnya adalah adanya tumor yang mendesak jantung sehingga posisi jantung jadi miring ke kanan atau bisa juga disebabkan karena adanya kelainan pada paru yang menyebabkan letak jantung berubah posisi ke sebelah kanan. Perlu diketahui juga angka kejadian kasus ini adalah 1 dari setiap 7.500 kelahiran hidup. Dan akhir-akhir ini terjadi peningkatan.

letak jantung dextrocardia

Ada 3 macam dextrocardia yang bisa terjadi yaitu:

1. Posisi jantung disebelah kanan tetapi posisi ruangan jantung (bilik dan serambi) tetap normal.

Kelainan tipe ini biasanya tidak bergejala dan penderitanya tetap bisa hidup normal. Bahkan tidak jarang penderita kelainan tipe 1 ini berusia lanjut. Ini karena pada tipe ini jarang disertai kelainan lain yang menimbulkan gejala. Yang perlu diwaspadai adalah bila menderita sindroma kartagener dimana silia (bulu getar) yang terdapat pada saluran pernafasan fungsinya tidak optimal dan hal ini berpotensi menjadi penyebab infeksi. Itu karena silia seharusnya menyaring serta mengeluarkan benda asing yang masuk ke saluran pernafasan tidak berfungsi.

Sindroma ini yang sering menyebabkan infeksi saluran nafas yang dapat berakibat fatal. Selain itu juga dapat mengganggu proses reproduksi penderitanya sehingga dapat menyebabkan kemandulan.

Untuk kelainan tipe 1 yang tidak menimbulkan keluhan ini, tidak memerlukan terapi apapun karena memang tidak bisa dikoreksi letaknya atau untuk memindahkan jantung ke kiri belum memungkinkan meskipun dengan operasi. Dan yang sering terjadi adalah penderita tidak menyadari mempunyai kelainan letak jantung sampai menjalani pemeriksaan rutin seperti foto rontgen. Apabila sudah diketahui bahwa menderita dextrocardia maka sebaiknya keluarga juga mengetahuinya, hal ini untuk persiapan apabila sewaktu-waktu berhadapan dengan kondisi darurat seperti kecelakaan atau bisa juga saat menjalani pemeriksaan rekam irama jantung (EKG). Jadi petugas medis yang berhadapan dengannya perlu diberi informasi bahwa pasien ini mempunyai kelainan letak jantung dextrocardia.

2. Letak bilik dan serambi jantung terbalik.

Biasanya tipe ini juga diikuti dengan terbaliknya semua posisi organ tubuh seperti limpa, liver dan paru juga pindah posisi ke sebelah kanan. Keadaan ini juga disebut situs inversus totalis. Biasanya hal ini disebabkan karena pada waktu kehamilan rotasi janin saat trimester pertama tidak berlangsung normal. Diduga semuanya itu akibat adanya mutasi sifat genetik dari telur ibu. Mutasi ini mungkin disebabkan karena infeksi parasit, virus atau bakteri.

Tipe 2 ini sering diikuti dengan adanya kelainan lain seperti lubang pada sekat bilik jantung (VSD/ventrikel septal defect) atau lubang pada sekat serambi jantung (ASD/atrial septal defect) atau bisa juga terjadi bayi biru (tetralogy of fallot). Akibat adanya lubang tadi maka akan timbul kebocoran pada aliran yang melalui sekat tersebut.

Kelainan ini sering menimbulkan keluhan contohnya bayi bila menangis akan menjadi biru (bayi biru). Kemudian nafasnya juga akan tersengal-sengal. Dari keluhan ini maka diperlukan pemeriksaan seperti foto rontgen, echocardiography, dll. Dan dari sinilah akhirnya bisa diketahui bahwa bayi tersebut mempunyai kelainan letak jantung dextrocardia.

Bila timbul keluhan seperti ini baru bisa diterapi yaitu disarankan untuk operasi menambal lubang pada sekat jantung yang bocor tadi. Untuk posisi jantung yang sudah terlanjur terletak disebelah kanan tidak diapa-apakan.

3. Tidak semua bilik atau serambi terbalik.

Contohnya yang terbalik hanya biliknya saja sedangkan serambinya tidak terbalik. Kelainan tipe ini cukup kompleks dan biasanya juga diikuti dengan gejala tubuh akan membiru. Hal ini disebabkan karena darah kotor dari serambi kanan langsung masuk ke bilik kiri dan di pompa ke seluruh tubuh. Darah kotor tadi seharusnya dioksigenasi di paru-paru baru dipompa keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Dan yang terjadi disini adalah darah kotor tadi langsung dipompa lagi keseluruh tubuh sehingga tubuh akan kekurangan oksigen dan menjadi biru.

Untuk mendeteksi dini adanya kelainan seperti ini maka diperlukan pemeriksaan USG ketika usia kehamilan 16 minggu atau pada bayi baru lahir dengan rontgen serta echocardiography.

Comments

comments