Mengatasi Alergi Susu Pada Bayi Dan Anak

Di jaman modern yang serba instan ini, kita sering mendengar istilah “Alergi”. Orang tua saya bercerita, dulu sekitar tahun 1960 an hampir-hampir tidak pernah mendengar kata alergi. Tapi sekarang, coba perhatikan sekeliling kita, semakin banyak bayi dan anak-anak mengalami alergi. Alergi pada bayi terutama terhadap susu seringkali membuat orang tua kebingungan.

alergi pada bayi

Bila alergi yang dialami disebabkan karena makanan tertentu, mudah saja mengatasinya. Hindari saja makanan pemicu alergi nya. Lalu bagaimana bila alergi dialami oleh bayi? Makanan satu-satunya yang dikonsumsi oleh bayi usia 0-6 bulan adalah susu, baik ASI maupun susu formula. Bagaimana bila bayi kecil Anda alergi susu, tentu sangat merepotkan karena tidak ada alternatif makanan lainnya untuk baby newborn.

Sebenarnya apa saja yang menjadi penyebab alergi susu pada bayi :

1. Usus bayi yang belum matang sempurna

Ketika zat alergen (zat yang menimbulkan alergi dalam hal ini susu yang diminum bayi) masuk ke dalam tubuh si kecil, maka tugas dari lambung dan usus adalah mengeluarkan asam lambung dan enzim-enzim pencernaan untuk menguraikan zat alergen hingga tidak lagi bersifat alergen. Sayangnya saat lahir, ada beberapa bayi yang kondisi kematangan ususnya belum sempurna. Sehingga mekanisme pertahanan tubuh bayi belum bekerja dengan baik. Akibatnya saat susu yang diminum masuk ke dalam usus, dinding usus bayi belum mampu menyaring, sehingga zat alergen pun diserap oleh tubuh bayi. Hal inilah yang menjadi penyebab alergi susu pada bayi.

2. Faktor Genetika/keturunan

Dari survey yang didapat, bila kedua orang tua mempunyai riwayat alergi, kemungkinan anak terkena alergi adalah 65-85%. Bahkan meskipun kedua orang tua tidak mempunyai riwayat alergi, resiko anak terkena alergi sekitar 10-20%. Yang dimaksud riwayat alergi disini bukan saja alergi makanan, bisa alergi macam-macam yang munculnya dengan berbagai gejala seperti : gatal-gatal, asma, sering pilek akibat alergi (terutama pilek di pagi hari). Karena itu bila bayi/anak-anak mengalami alergi, coba telusuri riwayat alergi dalam keluarga. Bisa Anda sendiri, pasangan, Orang tua Anda, Orang tua pasangan, saudara kandung, apakah ada yang mempunyai riwayat alergi.

3. Karena adanya Zat Alergen ( Zat yang menimbulkan alergi)

Ada beberapa makanan yang sering menimbulkan alergi, misalnya : telur, ikan/seafood (makanan dari laut), susu sapi dan kacang tanah. Pada bayi, susu menjadi penyebab alergi paling banyak. Mengapa susu? Karena susu adalah satu-satunya makanan bayi usia 0-6 bulan, sehingga susu menjadi zat alergen pertama yang dikenal oleh bayi. Saat lahir, dinding usus yang menjadi saluran cerna belum matang sempurna, sehingga zat alergen dari susu diserap dan menimbulkan “Reaksi Perlawanan” dari tubuh si kecil. Reaksi perlawanan inilah yang menunjukkan gejala alergi.

Ada 2 jenis gejala alergi yang muncul :

1. Gejala yang muncul melalui antibody IgE (IgE-Mediated), gejalanya sering berhubungan dengan saluran nafas dan kulit merah-merah. Bila dilakukan tes alergi pada kulit, hasilnya positif alergi.
2. Gejala yang muncul melalui antibody Non IgE (Non IgE-Mediated), jenis ini lebih jarang terjadi, namun berbahaya karena sering tidak terdiagnosa. Gejalanya muncul perlahan, dapat berupa muntah, diare berdarah, rewel setelah makan dan akhirnya anak menjadi kurang gizi. Pada tipe kedua ini bila dilakukan tes alergi pada kulit hasilnya bisa negative, oleh sebab itu menjadi berbahaya karena sering tidak terdeteksi.

Lalu bagaimana bila bayi Anda mengalami alergi susu sapi?

1. Makanan terbaik dan mengandung antibody untuk ketahanan tubuh bayi adalah ASI (Air Susu Ibu). Jadi ASI merupakan jawaban paling tepat untuk mencegah bayi alergi terhadap susu sapi. Dengan memberikan ASI sampai bayi berusia 6 bulan, akan mematangkan usus bayi sehingga pertahanan dinding usus bayi berfungsi sempurna dan mampu “menyaring” zat alergen yang masuk. Meskipun demikian, Ibu harus tetap selektif dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi, karena bayi pun bisa kena alergi dari zat alergen yang dimakan/diminum oleh Ibu dan masuk ke dalam ASI.

2. Bagaimana bila bayi tidak mendapat ASI? Alternatif lainnya adalah dengan memberikan susu yang tidak menimbulkan alergi. Susu apakah itu?

Ada 2 macam susu sapi yang telah diolah untuk bayi yang mengalami alergi :

Susu Protein Hidrosilat Penuh, jenis susu ini untuk bayi yang sudah menunjukkan gejala alergi
Susu Protein Hidrosilat Parsial, jenis susu ini untuk bayi yang beresiko alergi tetapi belum menunjukkan gejala

Kedua jenis susu tersebut merupakan susu sapi yang telah diproses, sehingga protein susu sapi yang menjadi biang keladi alergi, dirubah jenis proteinnya menjadi protein anti alergi (yaitu protein hidrosilat penuh dan parsial).

3. Bila si kecil alergi susu sapi tetapi tidak alergi kacang kedelai, ada juga jenis susu berbahan dasar Isolat Protein kedelai yaitu susu kedelai. Susu jenis ini dapat menjadi alternative yang sama baiknya untuk mengatasi alergi susu sapi pada bayi. Selain bisa mengatasi alergi, susu kedelai juga lebih murah dibandingkan dengan susu protein hidrosilat penuh ataupun parsial.

Umumnya susu alternative untuk anak alergi dapat diberikan hingga usia satu tahun. Bila setelah umur setahun anak masih alergi, Anda bisa mencoba-coba memberikan susu sapi tiap 6 bulan sekali untuk melatih kekebalan tubuh. Jangan terlalu cemas dengan alergi pada bayi ya Ibu, karena tidak selamanya anak-anak mengalami alergi susu sapi. Umumnya pada usia 2-3 tahun anak sudah tidak lagi alergi terhadap susu sapi.

Comments

comments