Gejala Penyakit Jantung

Ada seorang bapak yang berumur sekitar 50 tahun mengeluh sesak nafas bila berjalan atau beraktivitas dan reda setelah istirahat beberapa saat. Keluhan ini juga timbul bila ia mengangkat benda yang berat hingga ia berhenti bergerak karena merasa lemah.

Melihat keluhan bapak ini, kemungkinan besar ia menderita penyakit gagal jantung atau Heart Failure. Dan gejala yang timbul adalah Dyspnea D’effort yaitu sesak nafas yang terjadi saat melakukan kegitan fisik dan akan menghilang bila beristirahat beberapa saat.

Apakah yang dimaksud dengan gagal jantung? Gagal jantung adalah suatu keadaan dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung tidak memadai untuk mensuplai kebutuhan metabolisme tubuh yang normal.
gejala penyakit jantung
Akibatnya akan terjadi kekurangan persediaan darah ( deficiency of blood supply ) dan akan menyebabkan sel sel kekurangan oksigen.

Gagal jantung ini bukan berarti jantung tidak bekerja tetapi jantung tidak bisa lagi memompa darah seperti biasannya.

Selain gejala diatas juga bisa timbul gejala lain seperti mudah lelah, banyak keluar keringat meskipun tidak beraktivitas (diaphoresis), sesak dimalam hari yang membuat penderita terbangun tiba2 (Paroxysmal nocturnal dyspnea), perut bagian kanan atas terasa tidak nyaman, dan juga kaki bengkak.

Beberapa penyebab terjadinya gagal jantung adalah adanya darah tinggi (Hipertensi), kadar kolesterol yang tinggi (Hypercholesterolemia), merokok, menderita kencing manis (Diabetes mellitus), kegemukan (Obesity), pola hidup yang tidak teratur, tidak pernah berolah raga dan juga adanya riwayat dalam keluarga yang mempunyai penyakit jantung.

Jantung mempunyai 2 sisi yaitu sisi kiri dan kanan, karena itu gagal jantung bisa terjadi pada satu sisi, yaitu gagal jantung kiri atau gagal jantung sebelah kanan dan ini menimbulkan gejala yang agak berbeda.

Gagal jantung kiri akan menyebabkan penumpukan cairan didalam paru paru (Pulmonary Oedema) yang akan menyebabkan gejala sesak nafas, cepat lelah, gelisah, peningkatan detak jantung, batuk dan juga gangguan irama jantung.

Gagal jantung kanan akan menyebabkan penumpukan darah yang mengalir menuju jantung bagian kanan, sehingga akan menimbulkan bengkak pada tungkai, bengkak pada perut (Ascites), bengkak pada liver/hati, disertai juga gejala lelah, mual, detak jantung cepat serta sering kencing pada waktu malam.

Derajat gagal jantung menurut NYHA (New York Heart Association) adalah :

I. Aktivitas fisik tidak menimbulkan gejala jadi tidak ada keterbatasan aktivitas fisik.

II. Bila aktivitas fisik sehari hari menyebabkan lelah, sesak dan debar debar.

III. Aktivitas fisik ringan sudah dapat menyebabkan lelah sesak dan debar debar, sehingga terdapat keterbatasan aktivitas fisik secara signifikan.

IV. Pada saat istirahat sudah terdapat gangguan jantung dan bila beraktivitas semakin memberat gejalanya.

Beberapa obat yang sering dipakai untuk mengobati Gagal Jantung adalah :

1. Golongan Diuretik (furosemide, HCT) yang dipakai untuk mengurangi bengkak dan juga akan meringankan kerja jantung.

2. Aminophilin, sangat berguna untuk gagal jantung yang disertai dengan bronkospasme ( kekakuan otot bronkus pada saluran nafas). Obat ini juga mempunyai efek menstimulasi otot jantung, menurunkan pengisian ventrikel kiri serta memperbaiki ventilasi paru.

3. Golongan Inotropik yang berguna untuk meningkatkan kemampuan kontraksi otot jantung.

Contohnya Digitalis Glycosides (digoksin), belakangan ini obat ini hanya digunakan gagal jantung yang disertai atrial fibrilasi dengan frekuensi yang cepat.

Contoh lainnya Dopamin HCL, yang dapat merangsang reseptor otot jantung, sehingga meningkatkan output jantung, contoh lainnya yang juga sering digunakan adalah Dobutamine yang mempunyai efek hemodinamik lebih baik serta sifat aritmogeniknya yang kecil

4. Golongan ACE inhibitors yang sangat berguna untuk gagal jantung dengan cara menurunkan afterload, meningkatkan kapasitas fisik serta dapat mengurangi angka kematian.

5. Golongan Nitroglyserin, yang sangat efektif untuk mengurangi tekanan pada vena pulmonaris. Perlu hati hati apabila tekanan darah sistemik dibawah 80 mmHg

Comments

comments