Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Setiap orang tua, apalagi yang sedang menunggu kelahiran bayinya, pasti menginginkan bayinya lahir dengan sehat dan bugar. Untuk mengetahui bagaimana kira-kira kondisi bayi yang akan dilahirkan ditentukan oleh beberapa faktor, yang pertama dilihat dulu usia kehamilannya, apakah lahirnya sudah cukup bulan? jika lahirnya kurang dari 37 minggu harus diperhatikan faktor lainnya pada waktu proses kelahiran, yaitu bagaimana warna air ketubannya, yang normal air ketuban berwarna jernih, bila air ketubannya berwarna hijau maka bayi ini perlu diobservasi lebih lanjut. Yang perlu diperhatikan lagi adalah kuat lemahnya tangisan bayi, bayi yang sehat mempunyai tangisan yang kuat ketika ia lahir.

Faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana kekuatan ototnya? bayi yang sehat dan bugar biasanya kedua tangan dan kakinya dalam keadaan fleksi (tangan dan kakinya cenderung untuk dilipatnya sendiri), berbeda bila bayi ini sering diam aja dan tangan serta kakinya lurus, maka biasanya bayi seperti ini tidak sehat, apalagi bayi ini juga tidak terlalu aktif bergerak.

Biasanya dokter yang menanganinya setelah lahir akan segera tanggap dan segera mengobservasinya lebih lanjut untuk mendeteksi apakah ada kelainan atau penyakit pada bayi itu.

Untuk orang tua yang baru saja mempunyai bayi, harus paham bagaimana cara merawat bayi baru lahir serta mampu mengetahui apabila bayi tersebut sedang menderita penyakit.

Kapan normalnya bayi buang air besar setelah lahir?

Normalnya dalam waktu 2 x 24 jam, bayi harus sudah BAB. Warna kotorannya biasanya hijau agak kehitaman atau bisa juga berwarna hijau. Hal ini disebabkan karena dalam tubuhnya masih terkandung banyak besi. Biasanya tidak lama lagi warna kotorannya atau fesesnya akan berubah menjadi normal yaitu kuning kecoklatan. Dan apabila bayi ini BAB agak sering sekitar 4 sampai 5 kali dalam sehari dengan bentuk kotoran agak lembek, itu masih dalam batas normal.

Kenapa bayi bisa gumoh? Bagaimana cara mencegahnya?

Banyak ibu atau ayah yang menjadi panik dan kuatir bila melihat bayinya gumoh (mengeluarkan cairan susu dari mulut), padahal itu tidak apa-apa, jadi jangan panik berlebihan.

Bayi gumoh disebabkan karena kapasitas lambungnya masih kecil tidak seperti orang dewasa, disamping itu fungsi dari lambung atau organ pencernaannya juga belum optimal serta enzym-enzym pencernaannya juga belum sempurna.

Penyebab gumoh lainnya adalah karena waktu pengosongan lambungnya lama, berbeda dengan orang dewasa yang pengosongan lambung lebih cepat, sekitar 3 jam sesudah makan lambung orang dewasa akan sudah kosong.

Cara Mencegah Gumoh.

– Bila memberi minum sebaiknya sedikit-sedikit tapi sering bila terlalu banyak akan mudah menimbulkan gumoh.
– Setelah minum, bayi harus di sendawakan. Caranya dengan bayi digendong dengan posisi mendekap sambil punggung bayi
di tepuk-tepuk pelan beberapa kali sampai timbul bunyi sendawa.

Gumoh berbeda dengan muntah, bila bayi muntah maka orang tua harus ekstra waspada. Apa yang perlu diperhatikan bila bayi muntah? perlu dilihat warna serta berapa kali muntahnya (frekuensinya).

Ada beberapa jenis muntah, yaitu muntah terus menerus (provus), kemudian muntah yang menyemprot (proyektil) dan muntah mirip kotoran (fecal) yang biasanya disertai dengan buang air besar terus menerus. Apabila mengalami muntah seperti ini, harus segera diperiksakan ke dokter dan jangan menunda terlalu lama, karena bayi mudah mengalami dehidrasi disebabkan oleh karena kandungan air didalam tubuhnya mencapai 60% (kandungan mayoritas tubuhnya) jadi kekurangan air sedikit saja mudah dehidrasi.

Gejala awal kekurangan cairan bisa dilihat dari frekuensi kencingnya, bila dalam enam jam tidak buang air kecil, berarti bayi ini sudah dehidrasi.

Comments

comments