Cara Mengatasi Gangguan Siklus Mens

Menstruasi adalah ciri atau tanda bahwa seorang perempuan sudah beranjak dewasa. Secara normal proses menstruasi dipengaruhi oleh otak. Singkatnya seperti berikut, diotak ada bagian yang bernama hipotalamus, bagian ini akan mempengaruhi atau memerintahkan kelenjar hipofise untuk mengeluarkan hormon FSH (follicle stimulating hormone), hormon ini yang akan bekerja merangsang indung telur (ovarium) untuk menghasilkan sel telur yang matang dan siap dibuahi oleh sel sperma. Apabila sel telur tadi dibuahi oleh sel sperma maka akan terjadi kehamilan sedangkan jika tidak dibuahi, maka sel telur tadi akan luruh dan terjadilah menstruasi.

Cara mengatasi gangguan siklus mens

Siklus menstruasi normalnya 28 hari atau hampir sebulan, jika karena ada gangguan maka siklus ini bisa tidak teratur, bisa maju atau mundur bahkan bisa tidak mens dalam jangka waktu lama. Dan bila dibiarkan saja maka bisa mengganggu kesuburan. Apa saja penyebabnya?

Penyebab pertama yang sering terjadi adalah stres, seperti sudah digambarkan diatas bahwa otak berperanan penting dalam proses terjadinya mens, jadi bila sampai terjadi gangguan pada otak seperti stres ini tentunya akan mengganggu proses mens. Hingga mens tidak datang-datang dan ini menjadi penyebab sulit hamil. Stres sering dialami oleh wanita yang mempunyai pekerjaan ganda, yaitu selain sebagai ibu rumah tangga dia juga sebagai wanita karir yang bekerja dikantor. Bahkan banyak juga wanita yang tidak hanya mengalami stres tetapi sampai menjadi depresi.

Penyebab lainnya yaitu bila ada tumor di bagian hipofise, jadi otomatis jalur proses menstruasi juga akan terganggu dan menyebabkan gangguan pada proses menstruasi. Tumor di kelenjar hipofise ini juga akan meningkatkan produksi horman prolaktin, sehingga wanita yang memiliki kelainan ini tidak hanya akan mengalami gangguan mens tapi juga akan mengalami keluar ASI dari payudaranya.

Penyebab berikutnya adalah gangguan pada indung telur (ovarium) dimana indung telur ini gagal memproduksi estrogen, sehingga tidak akan ada sel telur masak yang siap dibuahi dan otomatis tidak akan terjadi mens karena tidak ada sel telur yang dibuang melalui mens.

Penyebab berikutnya adalah ketidakstabilan hormon, sehingga memicu timbulnya perdarahan didalam rahim yang infertil tanpa adanya kelainan pada anatomi, selain itu juga dapat menyebabkan kelainan pada menstruasi yaitu jarang timbul menstruasi atau bisa juga sering mens dimana darah yang keluar bisa sedikit-sedikit atau bisa banyak sekali.

Bagaimana cara menghadapinya?

Bila mengalami stres apalagi sampai depresi sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikiater untuk menyembuhkan stres ataupun depresinya, sedangkan untuk gangguan mensnya dapat di obati dengan terapi hormon. Bila penyebab primer sudah sembuh maka dengan terapi hormon ini akan dapat membuat menstruasinya berjalan lancar.

Untuk wanita dengan tumor di hipofise dan juga gangguan ovarium diatas tadi dapat dibantu dengan pengobatan hormon secara kombinasi yaitu estrogen dan progesteron. Terapi ini harus dijalani seumur hidupnya karena proses menstruasi normal sudah tidak dapat bekerja lagi seperti biasanya. Juga pada kasus ini biasanya akan sulit untuk mendapatkan anak, cara satu-satunya untuk mendapatkan anak adalah dengan bayi tabung (inseminasi buatan).

Kasus perdarahan rahim yang infertil tanpa kelainan anatomi akibat ketidakstabilan hormon paling sering dialami oleh para remaja putri atau juga bisa dialami oleh wanita yang menjelang menopause. Pengobatannya juga sama yaitu dengan terapi hormon, diawali dengan hormon progesteron kemudian dilanjutkan dengan pil KB. Pada kasus ini sering terjadi komplain dari orang tua karena anaknya diberi obat KB selama 3 bulan dan selama itu diharuskan kontrol untuk mengevaluasi hasilnya. Padahal pemberian pil KB tadi tujuannya hanya satu yaitu mengatur siklus mens putrinya yang tidak teratur.

Khusus pada wanita yang menjelang menopause dan mengalami perdarahan terus menerus selama 2 minggu sebaiknya perlu dilakukan kuret terlebih dahulu dengan tujuan untuk menghentikan perdarahan dan melihat apakah terdapat proses keganasan pada rahim, setelah semuannya normal baru diberikan terapi hormon.

Bila siklus mens sudah normal tetapi masih belum juga dikaruniai anak, sebaiknya perlu di periksakan ke dokter kandungan siapa tahu terdapat penyakit poly cystic ovarium syndrome (PCOS) atau bisa juga disebut sindroma ovarium polikistik dimana sel telur tetap terbentuk tetapi tidak sampai masak atau ovulasi. Kasus ini sering menjadi penyebab banyaknya wanita yang tidak bisa punya anak. Bagi yang ingin tahu cara cepat hamil dapat mencoba tips dari sejawat dokter juga yaitu DISINI.

Comments

comments