Bolehkah Minum Jamu Dicampur Obat?

Jamu atau obat tradisional atau obat herbal masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat indonesia, karena disamping masih mempunyai khasiat, golongan obat tradisional ini harganya relatif murah.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah bila sedang meminum jamu atau obat tradisional tadi bisakah dicampur dengan obat medis yang lain? Atau bolehkah jamu tadi diminum berbarengan dengan obat medis lain? Sebetulnya tidak ada larangan khusus atau boleh saja, tetapi mengingat adanya efek yang kurang menguntungkan, sebaiknya waktu meminum keduanya diberikan jarak yang cukup, sekitar 1-2 jam.

Jamu

Mengapa harus diberi jarak? Jamu atau obat tradisional sebagian besar terdiri atas bahan alami atau herbal yang juga mempunyai zat-zat aktif yang memiliki khasiat tersendiri. Apabila zat aktif ini mempunyai khasiat yang mirip dengan obat medis tentunya akan semakin memperkuat efek utama dari obat medis dan ini bisa juga digolongkan sebagai overdosis.

Efek diatas timbul karena antara zat aktif yang berasal dari jamu bersinergis dengan efek dari obat medis. Bila efek nya saling meniadakan atau antagonis, maka obat medis yang diminum malah akan hilang efeknya atau sia-sia. Disinilah poin utamanya, kenapa sebaiknya diberi jarak waktu meminumnya.

Jadi sebelum minum jamu atau obat tradisional sebaiknya dipahami dulu benar-benar cara meminumnya dan jangan dicampur dengan obat medis lainnya. Dan juga apabila setelah minum jamu tadi ternyata khasiat yang dirasakan tidak ada atau keluhannya masih tetap sama, sebaiknya jangan langsung meminum obat medis lain yang mempunyai efek yang sama, tetapi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter anda.

Comments

comments