Berbagai Penyebab Sariawan Dan Pengobatannya

Sariawan atau dalam medisnya disebut stomatitis adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada lapisan mukosa (selaput lendir) mulut. Peradangan ini bisa mengenai seluruh struktur yang ada dimulut yaitu bibir, gusi, lidah, pipi, tenggorokan serta atap atau dasar mulut.

Berbagai Penyebab Sariawan Dan Pengobatannya

Normalnya sariawan ini sembuh dengan sendirinya karena itu harus waspada jika mempunyai sariawan yang tidak sembuh-sembuh atau sering kambuh, karena banyak penyakit yang mempunyai gejala sariawan ini. Apa saja itu? mari dibahas dibawah ini.

Beberapa macam sariawan yang bisa timbul.

1. Stomatitis aphtosa

Ini adalah sariawan yang paling umum dan sering terjadi. Bentuknya berupa ulkus (cekungan bulat) yang dangkal dan rasanya sangat nyeri, bisa timbul di mukosa mulut, yaitu di lidah, bibir, pipi bagian dalam atau dasar mulut. Diameter ulkus ini bervariasi mulai dari yang kecil seperti titik hingga ukuran 2 cm. Sariawan jenis ini tidak menular dan penyebabnya juga tidak diketahui secara pasti, diduga karena defisiensi atau kekurangan nutrisi seperti vitamin C, vitamin B12 atau bisa juga karena kekurangan zat besi.

Penyebab lainnya yaitu faktor mekanik seperti tergigit tidak sengaja, atau trauma sikat gigi. Masih banyak lagi faktor yang diduga sebagai penyebabnya seperti stres, daya tahan tubuh menurun/ kelemahan badan, penyakit auto imun contohnya lupus atau crohn disease, gangguan hormonal (terutama saat sebelum atau sesudah haid), penggunaan alkohol serta merokok yang berlebihan, alergi terhadap suatu makanan, gangguan pencernaan, makanan yang terlalu panas atau terlalu pedas atau paparan logam berat seperti merkuri, timbal dsb juga bisa menyebabkan iritasi mukosa dan mengakibatkan sariawan.

Sariawan yang jenis ini biasanya sembuh sendiri atau penyembuhannya dapat dengan mengatasi dugaan penyebabnya, contohnya pemberian vit C bila diduga penyebabnya defisiensi vit C atau sama juga dengan pemberian vit B12 dan Besi, bila diduga itu menjadi penyebabnya. Bila dugaannya karena banyak mengonsumsi alkohol atau merokok, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut. Hal ini juga bisa dilakukan untuk dugaan penyebab yang lainnya seperti hindari makanan yang terlalu pedas, panas atau dingin, dll.

Sedangkan bila curiga sariawan ini timbul karena alergi makanan tertentu, perhatikanlah makanan yang barusan di konsumsi, lihatlah bagaimana reaksi tubuh setelah makan makanan yang diduga menyebabkan alergi itu. Bila ternyata benar, maka hindarilah makanan jenis itu.

Ada variasi lain dari stomatis ini yaitu stomatitis angular yaitu sariawan yang terjadi disudut bibir, dan penyebabnya diduga kekurangan vitamin B12 atau C atau kekurangan zat besi.

2. Stomatitis herpetika

Sariawan jenis yang ini mempunyai bentuk yang berbeda yaitu ditandai dengan timbul vesikel (benjolan kecil berisi cairan) yang berwarna kekuningan, bentuk ini mirip dengan vesikel pada virus cacar air dan bila pecah akan membentuk ulkus yang tidak rata dengan lapisan berwarna abu-abu dan sekelilingnya berwarna merah. Ulkus ini juga sangat nyeri sama dengan yang jenis no.1 diatas.

Sariawan yang jenis ini disebabkan oleh karena infeksi virus herpes simplek yang menyerang lapisan mukosa mulut atau bibir. Pengobatannya adalah dengan mengobati infeksi virusnya yaitu dengan minum obat anti virus serta dapat juga ditambah dengan obat anti virus yang dioleskan di mukosa bibir.

3. Stomatitis mycotic

Sariawan jenis ini adalah sariawan yang disebabkan oleh jamur yang bernama candida albicans. Gejalanya biasanya adalah bercak yang berwarna putih kekuningan yang terdapat pada lidah atau juga bisa pada mukosa rongga mulut. Dan pada akhirnya  bercak tadi akan berubah menjadi merah serta membentuk ulkus ditengahnya.

Perlu diketahui didalam rongga mulut kita terdapat flora normal yang hidup sebagai mikroorganisme. Salah satu flora normal tersebut adalah candida albicans, jumlahnya sekitar 4-35% didalam mulut kita. Pada pengguna gigi palsu, jumlah cabdida ini bisa mencapai sekitar 40%. Pada keadaan tertentu candida ini mengalami perubahan dari yang semula normal bisa menjadi patologis (menjadi penyebab penyakit). Keadaan-keadaan tersebut adalah kesehatan rongga mulut yang buruk, defisiensi atau kekurangan protein, dan imunitas/ daya tahan tubuh yang menurun. Jadi pada keadaan2 tadi jamur candida ini akan tumbuh dengan subur karena situasi yang mendukung dan akhirnya menyebabkan sariawan tadi.

Untuk pengobatan masalah ini yaitu dengan mengobati candidanya sehingga sariawan dapat sembuh serta mencegahnya dengan cara menjaga kondisi tubuh saat kelelahan atau daya tahan tubuh lagi menurun yaitu dengan menggosok gigi secara teratur serta rajin-rajinlah berkumur.

Apabila sudah diobati dengan anti jamur dan menjaga kesehatan rongga mulut ternyata jamur ini tidak mau hilang dan malah bertambah banyak, maka harus hati-hati, bisa-bisa ini berhubungan dengan infeksi HIV. Karena pada HIV gejala awalnya adalah didalam mulut dimana terdapat banyak sekali jamur dengan diameter besar yang tidak sembuh-sembuh akibat menurunnya daya tahan tubuh.

4. Stomatitis medikamentosa

Ini adalah sariawan yang disebabkan oleh karena alergi terhadap obat-obatan, gejalanya mirip dengan sariawan akibat virus tetapi lebih mudah terbentuk ulkus yang berwarna kemerahan dan terasa nyeri seperti terbakar disertai bengkak pada bagian sekitarnya. Cara pengobatannya dengan mengobati alerginya dan mencegahnya dengan menghindari obat-obatan yang diduga sebagai penyebabnya.

5. Stomatitis tanda awal kanker

Sariawan jenis ini bentuknya mirip dengan yang tipe aphtosa tetapi disertai dengan gejala tambahan seperti pembengkakan pada mulut, gusi atau bibir. Adanya bercak warna putih atau merah gelap, sering terjadi perdarahan berulang dari mulut yang tidak jelas sumbernya, timbul rasa nyeri disertai kesulitan untuk mengunyah atau menelan dan juga disertai suara yang serak.

Gejala-gejala diatas disertai juga dengan munculnya benjolan besar disekitar leher serta adanya penurunan nafsu makan dan akhirnya terjadi penurunan berat badan yang banyak. Bila curiga seperti ini sebaiknya segera memeriksakan diri!

Jadi jangan remehkan sariawan, terutama apabila sering timbul berulang-ulang dan tidak mau sembuh sendiri!

Comments

comments